Fesyen Bandung

Kolaborasi Amble dan Wallts Walet Hasilkan Perlawanan Atas Maraknya Social Bullying

“Kami merasa harus mengampilkan artwork pada produk kami dan akhirnya mengambil tema Social Bullying & Self Love”

istimewa
Hasil kreasi sepatu Amble yaitu Alice Esteem dan Mora Esteem 

BERBELANJA produk fesyen menjadi pilihan wisatawan saat berkunjung ke Bandung. Selain memiliki produk yang kreatif, produk fesyen yang ada di Bandung juga memiliki kisah dibaliknya sehingga memiliki nilai yang lebih menarik.

Seperti halnya lokal brand asal Bandung yang telah dikenal bagi pencinta sepatu yaitu Amble.

Amble baru saja memulai kolaborasi dengan sebuah lokal brand sekotanya yaitu Wallts Wallet.

Kolaborasi ini tak hanya tentang fungsi crossmarket, melainkan juga soal perlawanan atas maraknya social bullying yang terjadi di masa kini.

sepasang sepatu amble
sepasang sepatu amble (Istimewa)

Amble Leader, Boy Budiman menceritakan proses kreatif ini bermula dari circle terdekat dan saling mengenal. Lalu bertemu dan berdiskusi bersama keduanya memikirkan tentang kolaborasi yang mungkin bisa ciptakan.

"Dari obrolan ini lahirlah sepatu wanita dan masker dari Amble masing-masing dengan nama Alice Esteem dan Mora Esteem. Lalu ada juga card wallet dari Wallts dengan nama Kara Esteem," ujar Boy, Selasa (27/10/2020).

Dari rilisnya produk ini dikatakan Boy, Amble dan Wallts menginginkan sesuatu yang lebih spesial dan berdampak bagi sosial.

“Kami merasa harus mengampilkan artwork pada produk kami dan akhirnya mengambil tema Social Bullying & Self Love” kata Boy.

Harus diakui, di balik segala manfaat dan kemudahan yang timbul dari media sosial, ada pula sisi negatif yang terjadi, salah satunya fenomena social bullying.

Maka itu, produk kolaborasi ini diharapkan dapat mengispirasi banyak orang agar dapat menerima kekhasan dan keistimewaan yang terdapat pada dirinya dan diri orang lain.

Aksi nyata bagi fenomena social bullying, tema yang diambil sejalan dengan sosok yang mereka putuskan untuk mengurusi artwork produk sepatu dan card wallet.

Card wallet dari Wallts bernama Kara Esteem
Card wallet dari Wallts bernama Kara Esteem (Istimewa)

Adalah Aditya Pratama alias Sarkodit, seorang visual artis asal Bandung yang menyuarakan fenomena sosial yang terjadi, salah satunya tentang social bullying & self Llve.

Bagi Amble dan Wallts, Sarkodit berhasil menerjemahkan makna yang ingin mereka sampaikan dengan menjadikannya dalam sebuah ikon dalam pattern yang terdapat pada produk kolaborasi bernama Amble X Walts X Sarkodit.

“Sarkodit dipilih agar eksekusi artwork yang ada pada produk kami dapat diterjemahkan secara matang dan dalam. Ia dapat mengemas produk kami menjadi sangat spesial,” ucap Boy.

Sementara itu, Sarkodit mengatakan motif yang dibuat olehnya bertujuan sebagai pengingat untuk selalu menghargai serta untuk mencintai diri sendiri.

“Itu menjadi sebuah aksi nyata untuk melawan fenomena social bullying antarsesama manusia,” ujar Sarkodit.

Pemilik sekaligus pendiri dari Wallts, Muhammad Azwin, mengatakan jika mencintai diri sendiri adalah sesuatu yang penting untuk dimiliki setiap insan.

Melalui mencintai diri sendiri semua permasalahan dapat dilalui dengan lebih ringan.

Self love dibutuhkan kapan pun selama kita hidup,” kata Azwin.

Azwin berharap ia dan Amble dapat kembali menjalin kolaborasi dengan mengangkat tema sosial lain dan menyebarkan pesan postifi bagi masyarakat

“Tidak hanya mementingkan materi semata, tapi harus memberikan dampak positif bagi orang banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, ia berharap kolaborasi yang tercipta antara Amble, Wallts, dan Sarkodit dapat mengispirasi jenama lokal dan visual artis lain untuk bahu-membahu menciptakan sebuah produk yang menginspirasi. (tribunjabar/putri puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved