Bromo KW Itu Sebenarnya Sanghyang Buruan, Pemotor Trail Pun Berjanji Menjaga Kelestariannya

tempat itu juga dikeliling hutan larangan karena bersifat hutan konservasi yang menjaga keseimbangan alam.

istimewa
Hamparan pasir Gunung Sanghyang Buruan antara Gunung Guntur dan Gunung Masigit, Kabbupaten Garut 

 "Sebelum booming, enggak ada jalur kesana. Kami juga tidak tahu itu masuk cagar alam. Terlepas dari ketidaktahuan kami, disana ada portal. Sebagai orang awam yang hobi ngetrail, ada portal berarti ada izin dan sebagainya. Apalagi jalurnya ada. Jadi kami main saja tanpa berpikir disitu masuk cagar alam. Apalagi tidak ada tanda-tanda atau batas cagar alam," ucap Heru, perwakilan dari komunitas pecinta motor trail, Brother Netral Bandung saat dihubungi via ponselnya pada Jumat (23/10/2020).

 Selama sering mengunjungi tempat itu, ia dan teman-temannya kerap bertemu petani. Tempat itu hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu saja.‎ Heru sempat bersilaturahmi dengan aktivis lingkungan dari Komunitas Save Ciharus membahas soal keterlibatan pecinta motor trail di cagar alam.

"Setelah hasil pertemuan kemarin dengan silaturahmi, berawal dari ketidak tahuan, minta sedikit masukan dan edukasi dari teman-teman Save Ciharus dan Sadar Sawasan, minta masukan, dikasih edukasi. Ya kami  sangat terima. Ternyata selama ini kami salah. Karena ketidak tahuan kami di sana masuk cagar alam. Karena sepanjang jalur tidak ada rambu-rambu, batasan mana cagar alam mana taman wisata alam," ucap Heru.

Dalam pertemuan dengan para aktivis lingkungan itu, Heru dan teman-temannya mengaku mendapat gambaran soal kondisi cagar alam Gunung Guntur. Akhirnya, kata dia, aktivis lingkungan dan pecinta motor trail akan berkolaborasi.

"Kami akan kolaborasi sama-sama menyosialisasikan kawasan cagar alam Gunung Guntur. Sepakat juga bahwa kawasan itu (Bromo KW) itu kawasan cagar alam dan tidak boleh masuk," ucap dia.

Selain itu, Heru dan para pecinta motor trail lainnya juga akan menemui pengurus jalur menuju Bromo KW soal penataan jalur agar tidak memasuki cagar alam. (tribunjabar/mega nugraha/firman wijaksana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved