Bromo KW Itu Sebenarnya Sanghyang Buruan, Pemotor Trail Pun Berjanji Menjaga Kelestariannya

tempat itu juga dikeliling hutan larangan karena bersifat hutan konservasi yang menjaga keseimbangan alam.

istimewa
Hamparan pasir Gunung Sanghyang Buruan antara Gunung Guntur dan Gunung Masigit, Kabbupaten Garut 

"Salah satunya di Trabas. Bahkan saya sempat memberi materi soal pengenalan kawasan hutan. Sehingga Alhamdulillah, teman-teman di sana jadi banyak yang tahu," ucap dia.

Ia juga sudah bertemu dengan komunitas pemotor trail yang tergabung dalam Brother Netral (Neang Balad Adventure Trail)‎ Bandung.

"Kami sudah bertemu dengan teman-teman Netral Bandung. Intinya kami sepakat untuk kerja sama sosialisasi mengampanyekan perlindungan cagar alam," ucap Pepep.

Kasi Konservasi BKSDA Jabar Wilayah V, Dody Arisandy menambahkan, tidak ada istilah Bromo KW di kawasan Gunung Guntur.

"Maksud Bromo Kw itu kawasan berpasir, itu cagar alam. Cagar alam Kamojang komplek Gunung Guntur. Ya tidak diperbolehkan (masuk). Motor cross masuk ke kawasan konservasi TWA ‎ juga tidak diperkenankan karena merusak," ucap Dody via ponselnya, belum lama ini.

Ia mengatakan, selama ini pihaknya turut mengawasi dan melakukan penjagaan agar tidak ada aktifitas selain pendidikan di cagar alam.

"Kami keluarkan surat edaran juga bahwa tidak diperkenankan melakukan kegiatan di kawasan konservasi, baik di TWA maupun CA," ucap dia.

Ia mengaku sudah melakukan sejumlah upaya untuk menghindari aktivitas warga masuk ke kawasan cagar alam.

"Selama ini sering kami tertibkan. Ada berapa tempat tutup, kalau ketemu suruh pulang lagi," kata dia.

Heru Darmawan dari komunitas Brother Neangan Balad Adventure Trail (Netral) Bandung mengakui, banyak pecinta motor trail dari berbagai komunitas pernah menyambangi tempat itu. Dia dan komunitasnya mengenal tempat itu pada 2018.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved