Jalan dan Kulineran

Naik Kereta Api dari Bandung ke Plered Kemudian Sejenak Menikmati Lezatnya Sate Maranggi dan Sup Iga

Selama perjalanan di Kereta, kita bisa menikmati pemandangan jembatan, bukit, sawah, sampai merasakan sensasi melewati Terowongan Sasaksaat

Editor: Adityas Annas Azhari
TribunJabar/Syarif Abdussalam
Sate Maranggi & Sup Iga Plered Purwakarta 

JIKA ingin menjelajah ke luar kota Bandung dengan waktu relatif singkat dan biaya murah, mungkin perjalanan singkat ini dapat menjadi pilihan.

Menggunakan kereta api lokal, dari Bandung ke Plered, pulang-pergi, kita sudah bisa menikmati Sate Maranggi dan belanja gerabah khas Plered, dalam waktu setengah hari saja.

Kereta yang dapat dinaiki untuk short escape ini adalah KA Lokal Cibatuan.

Kereta Api Ekonomi Cibatu-Purwakarta
Kereta Api Ekonomi Cibatu-Purwakarta (TribunJabar)

Dengan memesan secara online di KAI Access, kita sudah bisa memesan tiket dari Stasiun Bandung ke Stasiun Plered dengan harga Rp 8.000.

Jangan lupa, sekalian memesan tiket pulangnya pada hari yang sama dengan harga yang sama.

Kereta ini dijadwalkan pergi dari Stasiun Bandung pukul 13.35 dan sampai di Stasiun Plered Pukul 15.44.

Sedangkan untuk pulang kembali ke Bandung, kereta Cibatuan berangkat dari Stasiun Plered pukul 17.56 dan sampai kembali di Bandung pukul 20.08.

Dengan jadwal demikian, kita akan memiliki waktu untuk explore Plered dari pukul 15.44 sampai 17.56.

Stasiun Plered Kabupaten Purwakarta
Stasiun Plered Kabupaten Purwakarta (wikipedia)

Selama lebih dari dua jam tersebut, kita bisa menikmati Sate Maranggi atau Sop Iga khas Plered, atau jajan di sekitar Alun-Alun Plered dan Pusat Kuliner Plered, yang letaknya bersebelahan dengan stasiun.

Harga kuliner atau jajanannya cenderung terjangkau. Dengan Rp 50 ribuan, sudah dapat empat bungkus nasi, seporsi sate maranggi, dan satu mangkuk sup iga. Tidak lupa kerupuk dan berbagai pelengkap satenya.

Sate Maranggi Purwakarta
Sate Maranggi Purwakarta (TribunJabar)

Untuk menghabiskan waktu, kita bisa berjalan-jalan untuk membeli kerajinan gerabah atau keramik khas Plered, dengan berjalan kaki tidak jauh dari stasiun.

Selama perjalanan di Kereta, kita bisa menikmati pemandangan jembatan, bukit, sawah, sampai merasakan sensasi melewati Terowongan Sasaksaat.

Di masa pandemi Covid-19, penumpang kereta lokal tidak diwajibkan menyertakan hasil tes rapid atau PCR.

Penumpang hanya diwajibkan mengenakan masker dan baju lengan panjang. Penjagaan jarak pun berlaku baik di stasiun maupun di dalam kereta. (tribunjabar/syarif abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved