Agrowisata Indramayu

Sungguh Mengasyikan, Memetik Jeruk Sepuasnya Langsung dari Pohon di Kebun Jeruk Desa Segeran

Jeruk segeran ini ditanam sejak tahun 80-an, kakek-nenek kami dahulu menanam jeruk di desa ini sampai saking sejahteranya mereka bisa berangkat haji

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Pengunjung memetik jeruk di Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. 

WISATA petik buah-buahan langsung dari pohonnya menjadi pengalaman mengasyikan. Beberapa tahun lalu, petik stroberi dari pohonnya menjadi wisata yang banyak digemari masyarakat.

Kali ini, wisata serupa juga ditawarkan untuk memberikan atraksi unik bagi masyarakat. Salah satunya agrowisata sambil memetik jeruk langsung dari pohonnya. Lokasinya di Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Pengelola Agrowisata Jeruk Segeran, Taufiqurrohman, mengatakan, agrowisata ini dirintis secara swadaya oleh masyarakat sejak 2017.

Taufiqurrohman, pengelola Agrowisata Petik Jeruk Segeran di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu
Taufiqurrohman, pengelola Agrowisata Petik Jeruk Segeran di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

“Pengunjung boleh memetik langsung jeruk dari pohonnya. Ini sebagai ikhtiar kami masyarakat di Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul untuk memangkas tengkulak,” ujar Taufiqurrohman kepada Tribun, Minggu (11/10).

Menurutnya, jeruk segeran adalah salah satu jeruk yang unik di Indonesia, karena jeruk tersebut hanya bisa tumbuh subur di desa setempat. Walau sudah dicoba ditanam di desa lainnya, pohon jeruk segeran ternyata tidak bisa berbuah.

“Kami belum mendapatkan penelitian secara ilmiah mengapa jeruk segaran ini hanya bisa berbuah di sini, tapi tidak bisa di desa lain,” ujar dia.

Agrowisata Desa Jeruk Segeran ini lokasinya sekitar 22 kilometer dari pusat kota Indramayu. Masuk ke lokasi agrowisata, pengunjung membayar Rp 15.000 saja per orang dan bisa menikmati jeruk yang baru dipetik langsung dari pohon sepuasnya.

“Tiket masuk itu untuk kompensasi. Istilahnya setelah mereka makan sepuasnya,” ujar dia.

Taufiqurrohman menambahkan, para wisatawan di kebun jeruk bisa bersantai menggelar tikar bersama keluarga maupun sahabat menikmati Jeruk Segeran. Mereka juga bisa ber-selfie-ria di kebun seluas 11 hektare yang dipenuhi pohon jeruk.

Pengunjung sedang memetik jeruk di Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Pengunjung sedang memetik jeruk di Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Matang di Bagian Bawah Pohon
MENURUT Pengelola Agrowisata Jeruk Segeran, Taufiqurrohman, pada akhir pekan jumlah pengunjung ke Agrowisata Petik Jeruk Segeran bisa mencapai ribuan orang.
Hanya saja pasa masa pandemi ini, pengelola membatasi jumlah kunjungan untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Kami batasi hanya setengah dari kapasitas,” ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved