Pangkas Rambut Sawargi Sudah 71 Tahun, Dulu Bung Karno Kerap Cukur Rambut di Sini

"Tak hanya Bung Karno, Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Faisal Tanjung, dulu juga kerap ke sini,”

Tribunjabar-job2/Wildan Noviansah
Pangkas Rambut Sawargi yang berlokasi Jl. Saad No.16, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung 

TEMPAT pangkas rambut Sawargi berada di tepi Jalan Saad, jalan kecil yang ramai di bilangan Kebon Pisang, di Kecamatan Sumur Bandung. Menurut Risyad, tempat ini didirikan kakeknya, H Ero Saefulloh, 1949 silam.

“Kakek saya dulu diajari cara mencukur oleh seorang dokter asal Jepang," ujarnya saat ditemui di Sawargi Barbershop, Senin (12/10).

Berbekal kemampuan mencukur itulah, kata Risyad, kakeknya kemudian merantau dari Garut ke Kota Bandung dan mendirikan barbershop ini di Jalan Saad.

Barberman sedang mencukur rambut pelanggan di Pangkas Rambut Sawargi yang berlokasi Jl. Saad No.16, Kb Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung
Barberman sedang mencukur rambut pelanggan di Pangkas Rambut Sawargi yang berlokasi Jl. Saad No.16, Kb Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung (Tribunjabar-job2/Wildan Noviansah)

Pada awal berdiri, tempat pangkas rambut ini memiliki dua barber chair (kursi cukur) dan dua pegawai. Namun seiring berjalannya waktu, tempat pangkas rambut ini kian terkenal. Barber chair pun bertambah menjadi enam.

Pelanggan datang dari berbagai kalangan. Mulai dari rakyat biasa hingga pejabat negara.

“Tapi, yang paling berkesan, sih, Bung Karno. Dulu, jika beliau yang datang, kakek saya sendiri yang turun tangan. Tak hanya Bung Karno, Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Faisal Tanjung, dulu juga kerap ke sini,” ujar Risyad.

Setelah kakeknya meninggal, kata Risyad, Sawargi dikelola ayahnya, Ahmad Tossin. "Jadi saya generasi ketiga yang melanjutkan estafeta bisnis pangkas rambut ini," ujarnya.

Risyad mengatakan, bukan tanpa alasan kakeknya dahulu menamai pangkas rambut ini Sawargi. Sawargi adalah bentuk representasi dari hubungan harmonis antara pemilik, barberman, dan pelanggan. Sawargi dalam bahasa Indonesia berarti keluarga atau persaudaraan.

Risyad Erawan (44) pemilik Pangkas Rambut Sawargi yang berlokasi Jl. Saad No.16, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung
Risyad Erawan (44) pemilik Pangkas Rambut Sawargi yang berlokasi Jl. Saad No.16, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung (Tribunjabar-job2/Wildan Noviansah)

Hal lain yang menjadikan pangkas rambut ini unik adalah nuansa retro dan klasiknya yang masih sangat kental. Nuansa retro bukan hanya tergambar dari bangunannya, namun seisi bangunannya. Mulai dari lemari, kaca, dan berbagai hiasannya.  Sawargi bahkan masih menggunakan barberchair yang mereka gunakan 70-an tahun lalu.

“Kami tetap mempertahankan kesan retro karena tidak mau menghilangkan cerita yang ada di dalamnya, supaya setiap orang yang datang bisa mengingat masa lalu dan bernostalgia,” kata Risyad.

"Dulu pernah ada yang nawar, ingin membeli kursi lawas itu dengan harga tinggi, tapi enggak kami jual. Warisan keluarga."

Tampak depan pangkas rambut Sawargi di Jalan Saad, Bandung
Tampak depan pangkas rambut Sawargi di Jalan Saad, Bandung (Tribunjabar-job2/Wildan Noviansah)

Harga pangkas rambut di Sawargi tak berbeda jauh dengan harga pangkas rambut di tempat pangkas rambut lainnya yang ada di Bandung. Untuk potong jenggot, pelanggan cukup mengeluarkan Rp 5 ribu. Untuk potong rambut, tarifnya Rp 35 ribu. Sawargi juga melayani jasa cat rambut. Tarifnya Rp 100 ribu.

Risyad mengatakan sempat pula memiliki ide untuk membuka cabang baru. Terlebih banyak orang dari berbagai kota mulai dari Cirebon hingga Jakarta yang mengaku tertarik mendirikan franchise Sawargi di kota mereka. Namun, ide membuka cabang ini tak jadi ia wujudkan.

"Tapi akhirnya enggak jadi. Saya memilih fokus untuk menjaga, melestarikan, dan mengelola Sawargi ini saja," kata Risyad.

Risyad mengatakan, pelayanan menjadi hal yang diutamakan di pangkas rambut ini. Tatakrama terhadap pelanggan sangat dijaga. "Semua yang datang untuk potong rambut di Sawargi kami perlakukan sebagai keluarga," ujarnya.

Suasana di dalam raung pangkas rambut Sawargi, Bandung
Suasana di dalam raung pangkas rambut Sawargi, Bandung (Tribunjabar-job2/Wildan Noviansah)

Saprudin (55), salah seorang barberman di Sawargi mengaku sangat betah bekerja di Sawargi. Aep, begitu Saprudin biasa disapa,  sudah bekerja di Sawargi selama 33 tahun, sejak tempat pangkas rambut ini masih dikelola H Ero.

Risyad berharap pangkas rambut Sawargi bisa terus eksis. “Semoga barbershop ini bisa menjadi ikon kota Bandung, dan tetap bisa menjaga keharmonisan antara pemilik, barberman, dan pelanggan, yang menjadi ciri khas kami. Mudah-mudahan, Pemerintah Kota Bandung juga bisa memperhatikan tempat pangkas rambut ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved