kuliner

Nikmatnya Makanan Khas Sunda Diracik dengan Kecombrang, Gimana Rasanya Ya?

Untuk bisa menikmati sajian makanan yang menggunakan bahan kecombrang memang tak banyak ditemukan di beberapa restoran Sunda.

Tribun Jabar/Putri Puspita
Pembeli yang sedang memilih makanan di Warung Ayakan 

Laporan Wartawan Tribun Travel, Putri Puspita

TRIBUNTRAVEL.COM, BANDUNG - Pernahkah Anda membuat bumbu masakan menggunakan kecombrang?

Kecombrang atau bunga honje biasanya seringkali dijadikan penyedap untuk sambal dan rujak.

Namun ternyata kecombrang juga bisa dijadikan penyedap untuk berbagai sajian makanan lho.

Untuk bisa menikmati sajian makanan yang menggunakan bahan kecombrang memang tak banyak ditemukan di beberapa restoran Sunda.

Kini, Anda bisa menikmatinya di Warung Ayakan, tepatnya berada di kawasan Sharelocs, Jalan RE Martadinata No 217.

Berbeda dengan masakan Sunda lainnya, Warung Ayakan menghadirkan berbagai menu tradisional yang kualitas rasanya pasti dirindukan oleh penikmatnya.

Berbagai sajian makanan khas Sunda seperti oseng cumi pete, gepuk suir, paru seuhah, sambal teri kecombrang, angeun kacang, sayur daun singkong tulang jambal dan beberapa menu lainnya tampak menggugah selera.

beberapa menu yang ada di warung ayakan
beberapa menu yang ada di warung ayakan (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Salah satu pemilik Warung Ayakan, Dizi Sasthia Devi mengatakan untuk makanan yang disajikan di sini di masak dengan bumbu yang diracik sendiri.

"Saya memang senang masak dan semua bumbunya inspiriasi sendiri. Sedangkan untuk yang memasak, kami punya tim lagi yang prosesnya dilakukan di dapur khusus," ujar Dizi saat ditemui di Warung Ayakan.

Menu yang hadir saat ini memang tidak berganti setiap harinya, namun Dizi mengatakan nantinya menu akan terus bertambah.

Saat ini Warung Ayakan memiliki kurang lebih 14 menu yang dimana menu otentiknya dimasak dengan campuran kecombrang.

"Menu khas yang menggunakan kecombrang ada lodeh, nasi pepes tuna, teri kecombrang, dan daun singkong. Menu lainnya dimasak seperti biasa, tapi banyak yang bilang rasanya beda dengan yang lain," ujarnya.

Bahan kecombrang ini dikatakan Dizi tak hanya sekedar memberikan aroma yang sedap pada masakannya.

Namun juga memberikan rasa segar, yang justru membuat masakannya jadi kaya akan rasa. Padahal bumbu yang digunakan tidak banyak.

"Otentik masakan Sunda ya biasanya nggak banyak bumbu, cuma lebih banyak ke bawang merah. Nah dengan adanya kecombrang, rasa masakan justru semakin kaya," ucapnya.

Bahan kecombrang ini memang sebelumnya sudah menjadi penyedap masakan resep nenek moyang.

Nah saat ini kecombrang mulai kembali dimanfaatkan sebagai penyedap tak hanya untuk makanan, tetapi juga minuman.

Saat Tribun Travel mengunjungi Warung Ayakan dan mencoba nasi pepes kecombrangnya, kualitas rasanya memang unik dan nikmat, aplagi dimakan selagi hangat.

Anda akan menemukan banyak rasa dalam nasi pepes, padahal bumbu yang digunakan hanyalah kecombrang.

Untuk proses pemesanannya, Anda tinggal tunjuk saat menu apa saja yang ingin Anda nikmati.

Nanti pegawai Warung Ayakan akan membantu Anda menyiapkan hidangannya.

Sementara untuk harganya Anda cukup merogoh kocek tidak lebih Rp 50.000 untuk sekali makan.

Anda bisa mengunjungi Warung Ayakan yang buka sejak pukul 10.00-20.00 WIB.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved