kuliner

Bosan Dengan Makanan Kekinian? Yuk Ke Warung Ayakan, Hadirkan Makanan Khas Otentik Sunda

Warung Ayakan justru kembali memperkenalkan makanan tradisional otentik khas Sunda.

Tribun Jabar/Putri Puspita
Pembeli yang sedang memilih makanan di Warung Ayakan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Travel, Putri Puspita

TRIBUNJABARTRAVEL.COM  BANDUNG - Kuliner Bandung rasanya memang tak pernah kehabisan ide untuk terus menghadirkan menu makanan yang kekinian dan tampilannya yang instagramable.

Namun sayangnya, dibalik tampilan makanan yang cantik dan tampak menggiurkan ini kualitas rasanya terkadang mengecewakan.

Ya, di saat ramainya makanan asal luar negeri di Bandung yang digemari anak-anak masa kini, sekarang justru hadir destinasi kuliner terbaru yaitu Warung Ayakan.

Bukan menghadirkan makanan dengan tampilan yang instagramable dan namanya yang tak pernah terdengar.

Warung Ayakan justru kembali memperkenalkan makanan tradisional otentik khas Sunda.

Berbagai sajian makanan khas Sunda seperti oseng cumi pete, gepuk suir, paru seuhah, sambal teri kecombrang, angeun kacang, sayur daun singkong tulang jambal dan beberapa menu lainnya tampak menggugah selera.

Konsep Warung Ayakan yang homey ini justru memberikan suasana baru ketika makan di warung.

Salah satu owner Warung Ayakan, Senny Bunyamin mengatakan tujuannya membuat usaha kuliner ini adalah ingin memberikan suasana segar di dunia kuliner Bandung.

pemilik warung ayakan
Para pemilik usaha warung ayakan

"Makanan Sunda di Bandung banyak, tapi kami ingin menyajikan hal yang beda. Kita semua orang Sunda dan tahu masakan Sunda itu gimana, bumbunya enggak sembarangan," ujar Senny di Warung Ayakan.

Berada di satu wilayah dengan Sherloc, Warung Ayakan tepatnya berada di Jalan RE Martadinata No 217, lokasinya ada di bagian belakang.

Senny menjelaskan melalui Warung Ayakan, ia dan teman-temannya ingin melestarikan kembali makanan khas otentik Sunda.

"Kami juga ingin menciptakan lapangan kerja karena Warung Ayakan juga menghadirkan pesanan nasi box untuk meeting dan keluarga," ucap Senny.

Melalui makanan yang disajikan di Warung Ayakan, Senny optimis masyarakat Bandung akan kembali merasakan kerinduan akan makanan khas nenek moyang.

Hal yang menarik dari Warung Ayakan ini tidak lain adalah namanya. Nama ini dikatakan Senny diambil dari konsep makan Sunda yaitu makanannya disajikan menggunakan ayakan.

Sementara itu pemilik Warung Ayakan lainnya, Dizi Sasthya Devi mengatakan usaha rumah makan ini awalnya justru berasal dari usaha kecil yang mengandalkan open pre order.

"Bisanya cuma posting seminggu dua kali untuk pemesanan makanan. Menu nya sudah kita tentukan, dari situ banyak yang bilang bikin juga dong tempat makannya," ujar Dizi.

Permintaan pembelinya yang cukup intens membuat para ibu-ibu ini akhirnya percaya diri untuk membuka Warung Ayakan.

Untuk jam operasionalnya, Warung Ayakan buka setiap pukul 10.00-20.00 WIB.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved